Usaha dalam Bingkai New Normal di Era Disrupsi



Semua orang tentu ingin usahanya bertahan. Apalagi jika usaha itu ialah usaha yang diandalkan untuk menopang kehidupan. Bagaimana usaha yang bisa bertahan? Silakan baca pelan-pelan tulisan sederhana ini.

Mempertahankan usaha di era disrupsi, bukanlah perkara gampang. Apalagi pasca covid-19 menyerang. Masa new normal, itulah yang dihadapi sekarang.

Menurut KBBI, disrupsi artinya tercabut dari akarnya. Apabila dihubungkan dengan dunia usaha, era disrupsi merupakan fenomena berubahnya dunia usaha dari dunia nyata ke dunia maya. Konsekuensinya, teknologi menjadi komoditas utama dalam usaha.

Jika dahulu yang disebut usaha yang sukses itu ialah usaha yang memiliki banyak aktiva berwujud, maka yang disebut usaha sukses jaman sekarang bukanlah demikian. Nyatanya usaha yang memiliki banyak aktiva berwujud mulai berjatuhan. 

Usaha yang dikatakan sukses jaman sekarang ialah usaha yang mengusai teknologi. Lihatlah, meski tidak memiliki aktiva tetap berwujud yang banyak, usaha yang menguasai teknologi saat ini bisa menguasai pasar. Usaha ini menyadari bahwa masyarakat sudah saling terhubung melalui berbagai media sosial. Maka, usaha ini sangat perhatian pada review pengguna maupun rating

Untuk memperoleh review pengguna maupun rating, pengusaha tentunya tidak tinggal diam. Pengusaha tersebut tentunya akan terus menerus melakukan inovasi di bidang teknologi untuk menghasilkan sumber penghasilan lainnya. Ya, sekarang bukan saatnya fokus pada satu produk. Karena hal tersebut akan mudah hancur oleh persaingan di era disrupsi. Lihatlah perusahaan besar yang hanya fokus pada satu produk/jasa, beberapa perusahaan tersebut nyaris bangkrut dan bahkan beberapa sudah tinggal nama karena nyaris tidak ada lagi penjualan. Ketika sebuah usaha tidak lagi mempunyai penjualan, maka bisa dipastikan usaha tersebut sedang mengalami masalah keuangan. Penjualan adalah sumber pemasukan utama sebuah usaha. Semua pengeluaran yang terjadi dalam sebuah usaha, didanai dari uang hasil penjualan produk maupun jasa.

Lalu bagaimana  ketika penjualan mulai menurun? Segera lakukan telaah masalah. Jika sudah ditemukan, misalnya produk yang dihasilkan kurang bagus, segera lakukan perbaikan kualitas produk. Jika sudah bagus, jangan berhenti sampai di situ. Segera manfaatkan situasi masyarakat yang saling terhubung, terutama terhubung di media sosial. Lakukan mobilisasi massa menuju produk yang dijual melalui media sosial. 

Mobilisasi massa bisa dilakukan menuju produk terbaik yang telah dihasilkan tadi melalui konsep sharing maupun shaping. Bagilah apa saja tentang kebaikan produk. Lalu pertajam kebaikan tersebut. 

Mekanisme tagar bisa juga digunakan untuk memobilisasi massa. Bahkan, bukan hanya mobilisasi untuk meningkatkan penjualan produk, tetapi mekanisme tagar bisa juga untuk memobilisasi massa terhadap berbagai isu secara mendunia. Trending topic ialah indikasi keberhasilan mekanisme tagar. Jika produk atau isu tertentu telah menjadi trending topic, artinya produk maupun isu tersebut telah berhasil memobilisasi massa dengan optimal.

Jika dahulu untuk menghasilkan produk bagus dengan harga murah dilakukan dengan melakukan produksi massal menggunakan beragam aktiva dengan terus melakukan kontrol, maka sekarang bukan lagi seperti itu. Produk berkualitas dengan harga rendah sekarang bisa diciptakan dengan kekuatan jaringan dan memaksimalkan sumber daya yang ada. Sebagai contoh, untuk menghasilkan kue yang enak dengan harga murah, dahulu dilakukan dengan memproduksi banyak kue dalam sekali proses produksi. Sekarang, kue yang enak dan murah tetap bisa diperoleh walaupun jumlah produksinya tidak banyak, tetapi dengan syarat pembayaran tertentu, misalnya harus membayar menggunakan ovo cash atau fintech lainnya. 




Sumber:
-www.kbbi.web.id
-Kasali, R., (2019), #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham, Jakarta: Mizan.

6 Comments

  1. pembayaran dengan dompet digital memang menjadi salah satu fokus pengembangan usaha
    konsumen akan lebih tertarik selain praktis juga ada cashbacknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, sekali. Kolaborasi yang menguntungkan kedua belah pihak:)

      Delete
  2. Replies
    1. Sama-sama:) Terima kasih juga karena menjadi pengunjung setia blog saya:)

      Delete
  3. Iya beli makanan dengan ovo sering ada cashback atau diskon jadi lebih menarik ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih menarik bagi konsumen, dan menguntungkan juga buat penjual..

      Delete