Investasi Kala New Normal


Era new normal telah tiba. Kehidupan manusia berangsur kembali seperti semula. Namun tidak bisa sama persis seperti sedia kala. Ada protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh umat manusia. Jika tidak, wabah bisa saja kembali kapan saja.

Aspek ekonomi adalah salah satu yang diharapkan pulih di era new normal ini. Bila selama wabah terjadi, ekonomi melemah hampir mendekati mati, maka kini kebangkitannya sangat dinanti. Data BPS menyatakan bahwa ekonomi Indonesia triwulan I-2020 terhadap triwulan I-2019 mengalami pertumbuhan sebesar 2,97 persen (y-o-y). Tetapi, oleh karena terjadinya wabah, pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan II rasanya sulit untuk berada pada posisi naik. Berada di posisi konstan saja sudah merupakan sebuah prestasi.

Triwulan II hampir berakhir. Artinya, untuk mengubah keadaan di triwulan tersebut sudah tidak mungkin lagi. Tetapi, masih ada harapan untuk menaikkan posisi di triwulan III yang sebentar lagi dimasuki. 

Membuat ekonomi melaju kembali adalah kemestian yang akan dicapai oleh setiap diri. Hal tersebut bukan hanya bisa dilakukan oleh negara, tetapi juga bisa dilakukan oleh semua elemen masyarakat. Semua harus bergerak, demi ekonomi yang menanjak, tentu saja dengan kalkulasi yang bijak.

Geliat ekonomi kala new normal harus dibarengi dengan investasi. Investasi bisa dikategorikan menjadi investasi langsung dan investasi tidak langsung. 

Investasi langsung biasanya terjadi di pasar modal, pasar uang, dan pasar turunan. Ada pun yang diperjualbelikan berupa surat-surat berharga baik surat berharga yang jangka waktunya kurang maupun lebih dari satu tahun.

Sedangkan investasi tidak langsung, biasanya terjadi pada saat jual beli surat-surat berharga dilakukan pada perusahaan investasi. Pada investasi jenis ini, sangat dimungkinkan pencapaian portofolio investasi di tingkat maksimal. Investasi ini bersifat fleksibel. Pilah pilih jenis investasi dapat dilakukan oleh investor melalui investasi jenis ini. Karena fleksibilitas yang dimilikinya, wajar jika investasi jenis ini sangat diminati. Bahkan, data BPS menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia triwulan I-2020 terhadap triwulan I-2019 mengalami pertumbuhan sebesar 2,97 persen (y-o-y),  disumbang oleh Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi yang mengalami pencapaian pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi ekonomi Indonesia. 



Sumber: 

-www.bps.go.id
-Jogiyanto, H.M, 2000. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Kedua, BPFE, Yogyakarta.

6 Comments

  1. Pengen beli Logam Mulia dan Reksa Dana lagi semoga ada rezekinya aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Investasi apa pun bentuknya, memang harus diagendakan demi masa depan:)

      Delete
  2. Selama pandemi ini aku ngerasa malah makin giat investasinya. Kalo sebelum pandemi aku biasanya main di Reksadana dan obligasi. Tp saat pandemi gini, aku LBH suka main di peer to peer (p2p) lending ato di logam mulia mba. LBH aman aja sih.

    Sahamku msh merah semua soalnya :p. Jd mau ga mau dibiarin dulu aja sampe jadi hijau :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting tetap investasi.. Nanti di masa mendatang, kita sendiri yang menikmati:)

      Delete