Belajar Kalkulasi dari Pandemi Covid-19


Pandemi Covid-19 masih menghantui dunia. Hampir semua populasi manusia terancam olehnya. Selain mengancam jiwa, pandemi ini juga berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan yang nyata.

Sejak pandemi, semua orang disarankan untuk di rumah saja. Hanya beberapa yang bekerja di sektor pelayanan, setiap hari harus ke kantor nun jauh di luar sana. Tapi tidak sedikit juga yang harus di rumah untuk selamanya. Perusahaan tempatnya bekerja tidak lagi beroperasi seperti sedia kala. Banyak hal yang menjadi penyebabnya. Kehabisan bahan baku atau jumlah penjualan yang hampir tidak ada, menjadikan beberapa perusahaan memilih merumahkan karyawannya. Tentu hal ini dilakukan untuk menekan kerugian yang terus saja ada.

Lebih dari sebulan semua disarankan untuk di rumah saja. Perhatikan, pandemi ini mengajarkan kepada semua umat manusia untuk hidup seadanya. Kalau ada waktu, coba saja kalkulasi pengeluaran yang ada. Biaya bahan bakar berkurang jumlahnya. Biaya entertainment nyaris tidak ada. Biaya sosial pun juga hampir tidak ada nilainya. Dan masih banyak penghematan lainnya. Konon, beberapa harga kebutuhan harganya menggila. Lagi-lagi, tolong kalkulasi lagi, kenaikan harga kebutuhan tersebut tak seberapa jumlahnya bila dibandingkan dengan penghematan yang terjadi di mana-mana.

Di rumah saja selama beberapa hari, bahkan hitungan bulan menurut prediksinya, seharusnya bisa mengubah kebiasaan setiap manusia. Selama itu, tentu serba dibatasi semuanya. Keterbatasan dalam kesederhanaan yang terus-menerus tersebut seharusnya menjadikan manusia berperilaku hidup sederhana. Kebiasaan hidup sederhana setiap manusia yang disebabkan oleh pandemi ini akan membentuk budaya sebuah komunitas manusia. Apa yang terjadi selanjutnya?

Nah, jika budaya hidup sederhana ini tetap dilanjutkan meski pandemi telah berakhir, tentunya banyak orang yang akan menuai manfaatnya. Salah satu manfaat hidup sederhana yaitu meningkatkan saving. Saving diperoleh jika pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Hidup sederhana tentu saja menekan jumlah pengeluaran. Jika pendapatan tetap, seharusnya saving jumlahnya meningkat seiring dengan banyaknya pengeluaran yang berhasil ditekan.

Setelah jumlah saving meningkat, langkah selanjutnya memikirkan investasi tanpa hutang. Ya, hutang sudah tidak ada gunanya, karena modal investasi berasal dari saving. Bayangkan hidup tanpa cicilan hutang, tentu sangat nyaman. Tapi hal ini harus terus diikuti dengan disiplin melakukan saving agar nantinya kembali terkumpul modal untuk berinvestasi yang berkelanjutan.

Hutang dan saving pada prinsipnya mirip. Keduanya sama-sama harus menekan pengeluaran agar lebih irit. Dari penekanan pengeluaran ini akan didapat uang yang kadang tidak sedikit. Kalau mempunyai hutang, tentu uang ini harus digunakan untuk membayar cicilan. Jika tidak, maka denda harus diterima dengan lapang dada. Lain perkara, jika hutang tidak ada. Uang dari penekanan pengeluaran bisa dialokasikan dalam bentuk saving. Kelebihan dari saving, jika suatu ketika tidak dilakukan, maka tidak akan muncul denda. Tapi jangan terlalu sering menunda saving ya!

Jadi, saat pandemi berakhir nanti, sudah siap untuk hidup sederhana ya. Hilangkan kebiasaan berhutang, apalagi berhutang untuk barang-barang tersier belaka. Pandemi Covid-19 telah mengajarkan kalkulasinya, jangan lagi kembali lagi hidup berfoya-foya.




4 Comments

  1. Apa yg dipaparkan di atas sangat ideal. Boro2 melakukan saving persediaan yg ada di saat pandemi ini sdh mulai menipis. Ditambah lagi dgn terjadinya PHK mungkin akan sangat sulit untuk saving.

    Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga kita bisa beraktifitas seperti sedia kala. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Aplikasinya nanti saat pandemi berakhir. Sikap hidup sederhana yang harus terus membudaya, meski penghasilan telah kembali seperti semula..bahkan lebih tinggi lagi nilainya:)

      Delete
  2. kadang suka sedih lht banyak orang yg terdampak, semoag saja wabah ini cepat berlalu, kadang suka agak pesimis karena banyak warga yg gak patuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Setelah wabah smg tetep bs menerapkan hidup sederhana jg..

      Delete