Jika Gajimu Terasa Kurang


Gambar di atas, tampak indah dan damai, bukan? Padahal, gambar di atas, hanya saya ambil dengan kamera ponsel biasa. Tanpa editing sedikit pun juga.

Mumpung masih suasana tahun baru, saya akan sedikit membagi cerita hikmah yang mungkin berguna agar hidup ini terasa indah dan damai sepanjang tahun 2020 ini, dan seterusnya.

Adalah gaji, bagi sebagian orang adalah prioritas dalam hidup ini. Siang malam bekerja untuk mengumpulkan harta melalui gaji. Tetapi, walau bilangannya sudah termasuk besar, mengapa masih juga tidak mencukupi?

Barangkali ada yang salah ketika kita meminta kepada Yang Maha Kuasa. Salah, karena kita hanya meminta banyak. Seharusnya, kita menyelipkan permintaan yang cukup.

Atau barangkali, ada hal lain di luar penalaran yang sering terlupa oleh kita? Seperti kisah Imam Syafi'i berikut ini:

Dahulu, Imam Syafi'i didatangi oleh seseorang yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Orang tersebut bekerja sebagai buruh dengan gaji sebesar lima dirham. Baginya, gaji lima dirham sangat tidak mencukupi kebutuhan hidupnya. Apalagi harga-harga kala itu terus melambung tinggi. Ia pun tidak tahan lagi menghadapi keadaan keuangannya. Ditambah lagi, istri dan anak-anaknya sering berlaku yang tidak menyejukkan pandangannya. 

Imam Syafi'i pun memberikan saran kepadanya agar ia menghadap atasannya dan meminta pengurangan gaji menjadi empat dirham. Ia tercengang mendengar saran Imam Syafi'i. Tetapi karena ia memang membutuhkan solusi atas masalahnya, ia pun menuruti saran Imam Syafi'i.

Selang beberapa saat setelah ia menuruti saran Imam Syafi'i, ia pun kembali menghadap. Dia semakin mengeluhkan keadaan keuangannya yang semakin payah. Juga, perilaku istri dan anak-anaknya yang semakin menjadi.

Lagi-lagi Imam Syafi'i memberikan saran di luar dugaan. Ia harus menghadap atasannya, dan kembali meminta pengurangan gaji menjadi tiga dirham. Ia pun dengan penuh kepasrahan mengikuti saran Imam Syafi'i.

Ajaibnya, beberapa hari kemudian ia kembali menghadap Imam Syafi'i dengan muka berbinar. Ia mengucapkan terima kasih atas saran yang diberikan Imam Syafi'i. Ia mengatakan bahwa kehidupannya kini jauh lebih lapang. Istri dan anak-anaknya pun menjadi baik peringainya. Hidupnya menjadi indah dan damai.

Imam Syafi'i pun menjelaskan bahwa pekerjaan yang ia lakukan hanya pantas digaji sebesar tiga dirham. Selama ini, ketika ia menerima lima dirham, maka kelebihannya (sebesar dua dirham) bukan merupakan hak baginya. Harta yang bukan hak tersebut yang mencabut keberkahan harta yang lain.

Imam Syafi'i pun bersyair, yang artinya:
"Dia kumpulkan yang haram pada yang halal untuk memperbanyak. Padahal jika yang haram merasuki yang halal maka ia akan merusak."



0 Comments