Emas Batangan, Instrumen Investasi Andalan


Emas adalah salah satu instrumen investasi yang tak lekang oleh zaman. Sudah sejak zaman dahulu, para ibu mempraktikkan tabungan dalam bentuk emas batangan maupun emas perhiasan. Sayangnya, cara itu tidak dilakukan lagi oleh semua ibu di zaman sekarang. Alasannya bermacam-macam, mulai dari tidak mempunyai uang, atau tidak tertarik sama sekali karena mementingkan gaya hidup yang diunggah di instagram.

Pernahkah melihat gambar perbandingan nilai uang yang sempat beredar di media sosial? Di media sosial itu, digambarkan dahulu uang Rp100.000,00 bisa untuk membeli satu troli barang kebutuhan harian. Tetapi, sepuluh tahun kemudian, uang Rp100.000,00 hanya cukup untuk membeli dua atau tiga barang. Artinya, dari tahun ke tahun, daya beli uang mengalami penurunan.

Nah, bagaimana dengan emas dalam rentang waktu tahunan? Cobalah ingat kembali dahulu berapa harga emas, lalu bandingkan dengan harga emas sekarang. Dalam catatan harga emas, pada tahun 1993 harga emas per gram sekitar Rp26.875,00. Sedangkan harga emas di tahun 2019, tepatnya pada tanggal 18 Oktober 2019, berada pada angka Rp756.000,00 per gram. Bayangkan seandainya pada tahun 1993 bisa membeli emas beberaga gram, tentu kalau dijual sekarang akan menghasilkan banyak uang.

Dari ilustrasi di atas, dapat dipahami, bahwa dalam jangka panjang sangat menguntungkan jika uang dibelikan emas dibandingkan sekadar tabungan. Jika ada uang, mulailah menyisihkan dengan membeli emas batangan. Ada banyak pilihan emas batangan yang bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan.  Juga, ada berbagai lembaga yang mengeluarkan emas batangan. Tetapi, untuk Indonesia, emas batangan ANTAM masih menjadi primadona. Emas batangan keluaran ANTAM, bisa dibeli mulai dari ukuran setengah gram. Bisa dibeli di mana? Di mana saja bisa membeli emas batangan ANTAM, baik itu di pegadaian, di toko emas, maupun di butik ANTAM langsung. 

Emas batangan adalah benda berharga yang kapan saja bisa dijual. Karena sifat inilah, dalam menyimpannya pun memerlukan kehati-hatian. Jangan pernah gegabah menyimpan emas batangan tergeletak begitu saja di rumah. Paling tidak, letakkan koleksi emas batangan itu di brankas tanam.  Atau jika terkendala dana untuk membeli brankas tanam, menyewa SDB (Safe Deposit Box) adalah sebuah pilihan. Sangat tidak disarankan menyimpan emas batangan di brankas biasa.

Jadi, apa saja keuntungan investasi emas batangan? Pertama, harga emas batangan selalu naik. Kedua, emas batangan merupakan instrumen investasi yang mudah. Ketiga, emas batangan dapat bertahan pada saat terjadi inflasi. Keempat, emas batangan dapat dijadikan jaminan.



7 Comments

  1. Kalau menurut mbaknya, lebih baik emas batangan atau tabungan emas di pegadaian? salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal. Kalau saya masih nyaman dengan emas batangan, karena saya lebih suka pegang barang riilnya:)

      Delete
    2. kalau menurut saya sih mendingan emas batangan mbak, karena fisik barengnya nyata. kita ga tau apa yang terjadi di masa depan, kalau sempat terjadi gejolak ekonomi, pad saat bersamaan kita bisa memanfaatkan emas batangan

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete